hitam
hitam
lengang batang reranting jalan
hanya suara serangga malam menjalar terbawa angin
yang datang dari arah entah
langkah berhenti di tikungan kampung
menunggu waktu menggelincir
seonggok batu hitam merenung
memilah-milah helai nafas
tentang angan-angan dan kenyataan
udara dingin mulai merambat
bersama embun menusuk kulit dan tulang
meyudutkan mata pada satu pandang
hitam
kata-kata, hitam
hela tarikan nafas, hitam
usapan tangan, hitam
senyum bibir, hitam
kitab-kitab, hitam
langkah kaki, hitam
reguk air di kerongkongan, hitam
hati mengerucut : hitam
seonggok batu hitam
bersila dalam padmasana
menyemburkan sinar putih ke dalapan penjuru
warna-warni bunga, hijau perdu dan dedaunan
manyar dan kepodang,
jiwa-jiwa gelisah,
semua mandi cahaya,
berpesta di atas ketiadaan
malam pun membuka gerbangnya
mengijinkan matahari
menelusuri lorong-lorong hitam
tempat kekosongan merindu tetes embun:
sebuah mata jiwa
ckc : karangpandan 020509
lengang batang reranting jalan
hanya suara serangga malam menjalar terbawa angin
yang datang dari arah entah
langkah berhenti di tikungan kampung
menunggu waktu menggelincir
seonggok batu hitam merenung
memilah-milah helai nafas
tentang angan-angan dan kenyataan
udara dingin mulai merambat
bersama embun menusuk kulit dan tulang
meyudutkan mata pada satu pandang
hitam
kata-kata, hitam
hela tarikan nafas, hitam
usapan tangan, hitam
senyum bibir, hitam
kitab-kitab, hitam
langkah kaki, hitam
reguk air di kerongkongan, hitam
hati mengerucut : hitam
seonggok batu hitam
bersila dalam padmasana
menyemburkan sinar putih ke dalapan penjuru
warna-warni bunga, hijau perdu dan dedaunan
manyar dan kepodang,
jiwa-jiwa gelisah,
semua mandi cahaya,
berpesta di atas ketiadaan
malam pun membuka gerbangnya
mengijinkan matahari
menelusuri lorong-lorong hitam
tempat kekosongan merindu tetes embun:
sebuah mata jiwa
ckc : karangpandan 020509
Komentar