29. reroncen melati
reroncen melati
sore belum jauh menuju malam, hujan pun masih cukup deras mengguyur
hingga jengkrik yang biasanya telah riuh, belum juga terdengar nyanyinya
waktu itu tepat pukul 19.35 wib, saat sebuah awal harus disegerakan
hanya sembilan kepala saja bersaksi, dipertemukan pada satu kehendak
sebuah dipan kecil di tengah ruangan, di atas hampar tikar
sebuah pena dan beberapa lembar kertas, dalam satu map
dan dua buah buku tipis
sore ini, aku nikahi kau
perawan yang lahir kala hari gelap
dengan mahar sebesar Rp. 2.520.000,- aku bayar tunai
barangkali hujan yang turun dan hadirnya sembilan kepala pesaksi
adalah sebuah rencana panjang tentang sebuah kesaksian
atas harumnya reroncen melati yang mengguntung
di kiri-kanan tubuhmu
harum reroncen itu sirna
sepergimu dengan Rp. 2.520.000,- sesaat setelah janji terucap
dan tak akan sama lagi
sekembalimu habiskan Rp. 2.520.000,- sesaat sebelum malam berakhir
begitu pagi datang, kau kumiliki
dengan terang matahari
ckc : 0908 mn
sore belum jauh menuju malam, hujan pun masih cukup deras mengguyur
hingga jengkrik yang biasanya telah riuh, belum juga terdengar nyanyinya
waktu itu tepat pukul 19.35 wib, saat sebuah awal harus disegerakan
hanya sembilan kepala saja bersaksi, dipertemukan pada satu kehendak
sebuah dipan kecil di tengah ruangan, di atas hampar tikar
sebuah pena dan beberapa lembar kertas, dalam satu map
dan dua buah buku tipis
sore ini, aku nikahi kau
perawan yang lahir kala hari gelap
dengan mahar sebesar Rp. 2.520.000,- aku bayar tunai
barangkali hujan yang turun dan hadirnya sembilan kepala pesaksi
adalah sebuah rencana panjang tentang sebuah kesaksian
atas harumnya reroncen melati yang mengguntung
di kiri-kanan tubuhmu
harum reroncen itu sirna
sepergimu dengan Rp. 2.520.000,- sesaat setelah janji terucap
dan tak akan sama lagi
sekembalimu habiskan Rp. 2.520.000,- sesaat sebelum malam berakhir
begitu pagi datang, kau kumiliki
dengan terang matahari
ckc : 0908 mn
Komentar